Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta! Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca bengala dari pada masa yang akan datang. (Putra Sang Fajar, Soekarno)
Kamis, 18 April 2013
Mekanisme perilaku makan "Rayap"
Rayap
pada dasarnya adalah serangga daerah tropika dan subtropika. Namun sebarannya
kini cenderung meluas ke daerah sedang (temperate ) dengan
batas-batas 50o LU dan LS. Di daerah tropika rayap ditemukan mulai
dari pantai sampai ketinggian 3000 m di atas permukaan laut. Makanan utamanya
adalah kayu atau bahan yang terutama terdiri atas selulosa. Dari perilaku makan
yang demikian kita menarik kesimpulan bahwa rayap termasuk golongan makhluk
hidup perombak bahan mati yang sebenarnya sangat bermanfaat bagi kelangsungan
kehidupan dalam ekosistem kita. Mereka merupakan konsumen primer dalam rantai
makanan yang berperan dalam kelangsungan siklus beberapa unsur penting seperti
karbon dan nitrogen. Tapi masalahnya adalah manusia juga merupakan konsumen
primer yang memerlukan hasil-hasil tanaman bukan saja untuk makanannya tetapi
juga untuk membuat rumah dan bangunan-bangunan lain yang diperlukannya. Di
sinilah letak permasalahannya, sehingga manusia bersaing dengan rayap. Semula
agak mengherankan para pakar bahwa rayap mampu makan (menyerap) selulosa karena
manusia sendiri tidak mampu mencernakan selulosa (bagian berkayu dari sayuran
yang kita makan, akan dikeluarkan lagi !), sedangkan rayap mampu melumatkan dan
menyerapnya sehingga sebagian besar ekskremen hanya tinggal lignin saja. Keadaan
menjadi jelas setelah ditemukan berbagai protozoa flagellata dalam usus bagian belakang dari berbagai
jenis rayap (terutama rayap tingkat rendah: Mastotermitidae, Kalotermitidae dan
Rhinotermitidae), yang ternyata berperan sebagi simbion untuk melumatkan
selulosa sehingga rayap mampu mencernakan dan menyerap selulosa. Bagi yang tak
memiliki protozoa seperti famili Termitidae, bukan protozoa
yang berperan tetapi bakteria -- dan
bahkan pada beberapa jenis rayap seperti Macrotermes ,
Odontotermes dan
Microtermes memerlukan bantuan jamur perombak kayu yang dipelihara di
"kebun jamur" dalam sarangnya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar